Senin, 17 Agustus 2015

DIRGAHAYU INDONESIA 70 #AYOKERJA

17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2015
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 70
#AYOKERJA

Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, bebas dari penjajahan bangsa asing katanya, bebas mengelurakan pendapat katanya. Ulang tahun Indonesia ke 70 ini mengangkat tema ayo kerja. Sebenarnya saya masih kurang paham dengan maksud ayo kerja disini. Kerja seperti apa yang dimaksud oleh pemerintah? kerja di kantoran kah? kerja di perusahaan kah? kerja untuk pemerintah kah? kerja untuk swasta kah? kerja untuk bangsa asing kah? atau kerja utuk negara kah? atau kerja untuk masyarakat? entahlah, saya belum paham.

Mungkin yang di maskud kerja disini adalah masyarakat harus produktif, menghasilkan sesuatu, atau menghasilkan karya. Atau mungkin yang ayo kerja disini memberi semangat para pengangguran untuk mencari atau membuat lapangan kerja sendiri? tau sendiri kan pengangguran di Indonesia ini sangat melimpah (termasuk saya, hiks). Saya mewakili para pengagguran di Indonesia, khususnya pengangguran S1, cuma mau menyampaikan ini, bagaimana kita mau kerja jika sudah melamar disana sini namun belum mendapat pekerjaan. Entah mengapa semakin tahun semakin lama melamar kerja di Indonesia semakin susah. Persaingannya semakin kuat, banyak yang terbuang, jumlah lapangan kerja di Indonesia dengan tenaga kerjanya berbanding terbalik. Mungkin sebagian yang membaca ini atau pemerintah berkata, yasudah bikin usaha sendiri saja. Pak, buk, bikin usaha sendiri nggak semudah yang ada dipikiran kita. Saya sudah enam bulan lebih menganggur, mencari kerja disana sini, tes disana sini namun belum ada yang berkenan untuk menerima saya. Mencoba berwiraswasta? saya sudah coba. Tapi hasilnya sangat tidak maksimal, karena persaingan di dunia bisnis juga sangat ketat. Mencari kerja sesuai bidang kami pun juga terasa sulit, apalagi bagi lulusan universitas swasta seperti saya. Beberapa perusahaan bahkan terasa mendiskriminasi. Mereka hanya menerima lulusan universitas negeri, atau universitas X, Y dan Z. sedangkan selain itu? mereka menolak mentah-mentah.

Jangankan lulusan dari universitas swasta, lulusan dari universitas negeri pun susah mencari kerja. Sewaktu saya masih kuliah saya sempat pergi ke suatu tempat menggunakan mobil rental beserta sopirnya, saya sangat kaget karna sopir tersebut merupakan lulusan S1 dari sebuah universitas negeri di suatu daerah istimewa. Lulusan universitas negeri di kota itu harusnya bisa bekerja di instansi pemerintah atau perusahaan yang bagus, namun karena susahnya mencari pekerjaan, beliau hanya dapat bekerja sebagai sopir serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbeda lagi sewaktu saya KKN di sebuah desa di daerah Bantul, DIY. Disitu saya bertemu bapak-bapak penjual nasi goreng kambing yang ternyata seorang lulusan fakultas ternama di universitas ternama di daerah Yogyakarta. Padahal biasanya lulusan dari Universitas tersebut paling banyak di cari, namun karena susahnya mencari kerja bapak ini hanya berjualan nasi goreng di warung tenda di sebuah desa terpencil.

Sedikit uneg-uneg dari saya, semoga para pemimpin di Indoensia bisa mencarikan solusi untuk kami para pengangguran, khususnya pengangguran S1 agar dapat bekerja sesuai bidang kami.

Selamat Ulang Tahun Indonesia yang ke 70.
Semoga sejahtera rakyatnya, bahagia selalu dan bebas dari "penjajahan".
DIRGAHAYU INDONESIA
#AYOKERJA
#INDONESIASEJAHTERA
#INDONESIABEBASPENGANGGURAN
#BERDAYAKANPEMUDAPEMUDIINDONESIA
#INDONESIAPASTIBISA

Selasa, 04 Agustus 2015

Putus asa itu sederhana

Putus asa itu sederhana. Sesederhana kamu di PHPin. Sesederhana kamu udah ngarep, nunggu, ternyata nggak jadi. Kesel, bete, dan nggak tau harus mulai dari mana #jobseeker #dilemajobseeker #deritajobseeker